Kapolres Paparkan Tangerang Jawara di Ikatan Sakura

Polresta Tangerang – Kapolresta Tangerang AKBP H.M. Sabilul Alif memaparkan Grand Program Tangerang Jadikan Wilayah Aman, Nyaman dan Kreatif (Tangerang Jawara) pada iven Annual Meeting Ikatan Sakura Indonesia ke-8 di Hotel Lor In, Sentul, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin (21/8/17).

Adapun tema yang disampaikan mantan Kapolres Jember itu adalah mengenai Implementasi Community Policing. Di hadapan Kabaharkam Polri Komjen Pol Putut Eko Bayu Seno dan ratusan Perwira Polri alumni Japan International Cooperation Agency (JICA), serta Kepolisian Jepang, Kapolres mengulas 8 program yang terhimpun di dalam Tangerang Jawara.

“Ini termasuk forum internasional. Saya paparkan Tangerang Jawara agar lebih dikenal luas. Agar bisa dinilai, dikritik, diberi masukan, dipelajari, atau bahkan diadopsi sebagai perwujudan komitmen polisi menjaga kamtibmas,” kata kapolres yang juga alumni ke-10 JICA tahun 2010 itu.

Kapolresta menjelaskan, Grand Program Tangerang Jawara merupakan akselerasi Program Kapolri Jendral H. Muhamad Tito Karnavian. Menurut Kapolres, program Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter) besutan Kapolri merupakan napas utama Grand Program Tangerang Jawara.

“Dalam pelaksanannya, program kerja utama Polresta Tangerang mengedepankan unsur pendekatan kearifan lokal,” ujarnya.

Kapolres kemudian memaparkan 8 program dalam Grand Program Tangerang Jawara yaitu Pos Khidmat, Pos Laksa, Pos Cisadane, Pos Ngariung, Pos Jagur, Pos Purna, Pos Benteng, dan Top Line.

Pos Khidmat, Sarana Semai Komitmen Demokrasi Yang Sehat

Polresta Tangerang – Kapolresta Tangerang AKBP. Sabilul Alif melaksanakan Pos Khidmat di Mesjid Al-Ittihad, Desa Cijeruk, Kecamatan Mekar Baru. Pos Khidmat kali ini,Jumat (18/8) ada misi khusus yang dibawa yakni menyemai semangat menyelenggarakan demokrasi yang sehat,

Beberapa hari ke depan, Desa Cijeruk akan melaksanakan pilkades. Desa Cijeruk jadi atensi karena pilkades sebelumnya di desa itu sempat disengketakan di muka hukum.

Kapolresta Tangerang mengatakan, Tentu, semua tidak ingin pilkades berakhir dengan gesekkan bahkan ricuh. Karena pada dasarnya baik antar calon maupun antar pendukung adalah tetangga bahkan masih ada ikatan keluarga.

“Berkomunikasi dengan kedua calon. Saya meminta komitmen keduanya termasuk para pendukungnya. Komitmen untuk sama-sama melaksanakan demokrasi yang sehat yaitu yang sportif, tanpa intimidasi, tanpa politik uang, dan tentu saja dengan sikap legowo siap menang siap kalah,” ucapnya.

Pelaksanaan pilkades yang demokratis dan aman bukan hanya keinginan polisi. Itu adalah keinginan semua elemen masyarakat. Semoga kita selalu diberi kedewasaan dalam menghadapi setiap perbedaan. Jadikan pilkades ajang untuk berlomba berbuat kebaikan.

Upacara Taptu, Kapolres: Teruskan Kemerdekaan Dengan Bekerja Bersama

Polresta Tangerang – Bertempat di Jalan Raya Pemda Tigaraksa, Kapolresta Tangerang AKBP M. Sabilul Alif, SH, SIK, MSI memimpin upacara Taptu. Upacara taptu adalah renungan. Mengingat dan meresapi jasa para pejuang serta melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa.

Suasana kekhusyukan terlihat jelas ketika obor-obor dinyalakan dalam rangka merenungkan arti semangat juang dan pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa. Upacara tersebut digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72.

Iringan-iringan peserta pawai obor long march dimulai setelah penyalaan secara simbolis. Long march yang diikuti dari setiap elemen masyarakat ini start dari lokasi upacara di Bunderan Bugel, Kecamatan Tigaraksa hingga finis di Kantor Kecamatan Tigaraksa.

Acara dipungkas dengan gelaran makan bersama atau disebut dengan istilah babacakan. Dengan konsep lesehan, ratusan bahkan ribuan warga tumpah-ruah menyantap hidangan bersama beralaskan daun pisang.

“Semoga rangkaian upacara taptu, pawai obor, hingga babacakan mengeratkan hubungan kita semua. Sehingga kita bisa meneruskan kemerdekaan dengan bekerja bersama,” tandas Kapolres.

Upacara Bendera Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Polresta Tangerang

Polresta Tangerang  - Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72, Polres Kota Tangerang menggelar upacara pengibaran bendera merah putih di Lapangan Apel Polresta tangerang, Kamis (17/08/2017) pukul 07.30 Wib.

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Tangerang AKBP M Sabilul Alif, S.ik., M.Si. dan diikuti Pejabat Utama (PJU) Polres KOta Tangerang, para Kapolsek Jajaran, seluruh perwira serta seluruh personel Polres.

Dalam amanatnya Kapolres Kota Tangerang membacakan amanat dari Kapolri Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.d. Melalui peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, diharapkan dapat memberikan nilai positif bagi seluruh personel Polri dan seluruh masyarakat Indonesia, senantiasa dengan ikhlas berjuang, bekerja, dan berkarya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ini adalah momentum yang tepat untuk terus berjuang mengisi kemerdekaan melalui tugas pengabdian kita sebagai anggota Polri.

Pelaksanaan Upacara Bendera HUT RI ke-72  di Polresta Tangerang berlangsung hikmat ditutup dengan pembacaan doa.

Pilkades di Tangerang, Kapolres Imbau Jangan Membuat Provokasi

Polresta Tangerang – Kapolresta Tangerang AKBP H.M. sabilul Alif mengingatkan calon kepala desa (calkades) agar tidak melakukan provokasi kepada pendukungnya dalam perhelatan pilkades serentak 2017 di Kabupaten Tangerang.

Imbauan itu disampaikan Kapolres saat dirinya memberikan sambutan pada acara Ikrar Damai 58 Calon Kades di Gedung Serba Guna (GSG), Puspemkab Tangerang, Selasa (15/8/17).

“Kepada calon kades dan pendukungnya saya ingatkan jangan buat yang aneh-aneh yang hanya akan merugikan dan membuat masalah pada diri sendiri,” kata Kapolres.

Kapolres mengatakan, dirinya tidak main-main dalam mengamankan pilkades. Dikatakannya, personil yang akan diterjunkan sejumlah 1092 ditambah 2 kompi brimob dan dukungan kekuatan dari TNI.

“Ada 16 desa yang menyelenggarakan pilkades, 12 desa di antaranya masuk wilayah hukum Polresta Tangerang,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengancam akan menindak tegas perusuh, pelaku politik uang, dan perjudian pada pilkades. Langkah tegas itu, kata Kapolres, semata-mata untuk menciptakan pesta demokrasi yang santun.

“Demokrasi yang santun yaitu yang aman, nyaman, sportif, dan demokratis, yang mudah-mudahan bisa menghasilkan pemimpin yang amanah,” tandas Kapolres.