Strict Standards: Declaration of JParameter::loadSetupFile() should be compatible with JRegistry::loadSetupFile() in /home/kwikvillabali/public_html/ikatansakuraindonesia.com/libraries/joomla/html/parameter.php on line 512

BIC Indonesia

Serah-terima kapal-kedua pencegah musibah, yang pembuatannya didukung pinjaman ODA Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) guna membantu upaya pencegahan dan penanggulangan musibah maritim, diselenggarakan di PT PAL, Ujung, Surabaya, 22 Juli, 2005.

BIC INDONESIA


Serah-terima kapal-kedua pencegah musibah, yang pembuatannya didukung pinjaman ODA Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) guna membantu upaya pencegahan dan penanggulangan musibah maritim, diselenggarakan di PT PAL, Ujung, Surabaya, 22 Juli, 2005.

Pada tanggal 22 Juli, 2005 pukul 9:00, upacara serah terima kapal-kedua pencegah musibah maritim, yang didukung pinjaman ODA dari JBIC, diselenggarakan di PT PAL, Ujung, Surabaya, dihadiri oleh Bapak Hatta Rajasa, Menteri Transportasi Republik Indonesia. Mr. Minoru Shirota, Konsul Jepang di Surabaya, juga menghadiri upacara tersebut dan menyampaikan pidato atas nama delegasi Jepang. Sebelumnya, kapal pertama untuk tujuan serupa telah diserahterimakan pada bulan Januari lalu, juga melalui Menteri Hatta Rajasa.

Proyek Pengadaan Kapal Pencegah Musibah bertujuan untuk mencegah dan menganggulangi bencana atau musibah maritim serta menekan kerusakan yang ditimbulkan oleh kebakaran di laut dan tumpahan minyak. Untuk tujuan tersebut, Proyek tersebut mendanai pembangunan dua buah kapal 500 TEU pencegah musibah maritim dan juga memberi pelatihan pencegahan musibah bagi para awak. Pembangunan kapal yang akan diserahterimakan hari ini dimulai pada bulan Oktober 2004.

Kapal pertama untuk tujuan tersebut dibuat di Niigata, Jepang, sedangkan kapal kedua yang diserahkan hari ini dibuat di PT. PAL dengan advokasi teknis dari perusahaan Jepang, Niigata Zosen Company. Di samping itu, rangkaian pelatihan di Jepang bagi para awak diadakan dengan fokus pada penjaringan minyak dan pencegahan petaka akibat tumpahan minyak, serta pada pemadaman api di lautan. Melalui sejumlah kegiatan tersebut Proyek ini telah memberi asistensi dan transfer teknis dari Jepang.