Berhubungan Baik dengan JICA

BAGI AKP Purbaya Arja Setha jabatannya saat ini sebagai Kepala Kantor Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat (BKPM) bukanlah suatu kebetulan. Menurut sarjana computer Universitas Gunadarma 1994 ini, ia menduduki posisinya saat ini karena pimpinannya menganggap ia tahu sejak awal tentang proyek-proyek Japan International Cooperation Agency (JICA).

BKPM merupakan adaptasi system koban dari Kepolisian Jepang, yang fokus pada kemitraan polisi masyarakat. “Bantuan Jepang itu ada 3 jenis. Yakni komunikasi, Identifikasi, dan koban (perpolisian masyarakat,polmas) ini,”kata pria kelahiran Denpasar, Bali 5 November tahun 1970 ini. Purbaya tahu betul soal polmas karena sebelumnya sudah bergelut sampai dalam soal itu. Ambil contoh, ia pernah melakukan studi banding di Jepang soal ini. Tugas menantang itu didapatnya lantaran pimpinannya menilai purbaya sudah berhubungan baik dengan JICA.

“Jadi orang yang terlama di Polres Metro Bekasi dan bersinergi dengan proyek ini, adalah saya,” kata pria yang pernah menjadi Staf Pribadi Kapolri selama 4 tahun sejak tahun 1995. selama ini, pria yang telah bertugas sebagai polisi selama 13 tahun ini mengaku, jika JICA ingin mendapatkan Informasi, dipastikan JICA akan bertanya kepadanya.

 Maka tak heran ia dipercaya menjadi kepala BKPM Giant saat didirikan.”setiap ada pelatihan saya dilibatkan sebagai pemberi materi,”katanya.jadi ia tahu sekali perkembangan proyek ini, dari tahun 2004 sampai sekarang.

Di kepolisian sendiri, ayah satu anak ini sebelumnya memang tidak menggeluti bidang perpolisian masyarakat, melainkan selalu berkaitan dengan bidang yang sesuai dengan disiplin ilmu dibangku kuliah, yakni telematika.

Percontohan Koban (1)

 Buah Reformasi Polri SECARA fisik, bangunan yang berada didekat jembatan penyebrangan tak jauh dari Giant Mall Bekasi memang cukup unik. Atapnya berundak-undak berbentuk kerucut. Bangunan yang berdiri diatas lahan seluas 600 m2 itu, merupakan kantor yang bernama Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat (BKPM ).

 BKPM Giant ( karena terletak dekat Mall Giant ), itu merupakan pilot project antara Polri dengan JICA ( Japan International Cooperation Agency ). BKPM Giant merupakan bangunan terbesar dibanding BKPM lainnya yang tersebar diwilayah hukum Polres Metro Bekasi.

“hingga saat ini, Polres Metro Bekasi memang masih menjadi pilot project dari system pengamanan yang ada di Jepang, yakni system koban,”kata AKP Purbaya Arja Setha saat ditemui Jurnal Nasional di sela-sela kesibukannya, Selasa (1/4). Menurut Arja, kerja sama dengan Jepang ini tidak lepas dari revormasi yang sudah dilakukan Polri.

 Setelah dilakukan penelitian-penelitian tahun 2002, JICA memutuskan Kota Bekasi sebagai pilot project dalam pembentukan system koban seperti yang telah diterapkan di Jepang. Pemilihan Bekasi, kata purba, tak lepas dari poluralitas sosial masyarakatnya.

“Karena di Bekasi ini ada (aktivitas ekonomi sektor) pertanian, perdagangan, industri, pendidikan, dan perumahan. Jadi Bekasi bi.sa mewakili berbagai bentuk dan jenis masyarakat Indonesia ,” kata purba. Ia menambahkan, sejak tahun 2005, Polres Bekasi dipecah menjadi dua wilayah, yaitu Polres Metro Bekasi dengan wilayah kerja kota Bekasi (termasuk membawahi BKPM Giant) dan Polres Bekasi dengan wilayah kerja Kabupaten Bekasi.

 “Jadi sekarang ini sudah dibuat sebanyak 14 Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat. Masing-masing 7 di Polres Metro Kabupaten Bekasi dan 7 di Polres Metro Kota Bekasi. Oleh karena itu, masing-masing Polsek berarti mempunyai satu BKPM,” kata mantan Kapolsek Beji, Depok tahun 2002 itu.

Sebagai contoh, BKPM Mall Giant ini masuk diwilayah Polsek Bekasi Selatan, BKPM Kranji di wilayah Polsek Bekasi Barat, BKPM Pondok Ungu di wilayah Bekasi Utara, dan BKPM yang ada di Mutiara Gading masuk wilayah Polsek Bantargerbang.

 Percontohan Koban (2)

 Obyeknya Rasa Aman Masyarakat SISTEM pelayanan intensif oleh polisi ala Jepang, alias koban, tidak asing sama sekali di Tanah Air. Polri sudah mengenal apa yang disebut bintara pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (babinkamtibnas).

Pola ini mensyaratkan bintara polisi melakukan berbagai kegiatan pelayanan masyarakat.di antaranya kunjungan, penjagaan, patroli, pelayanan masyarakat, dan problem solving. Menurut Purbaya, perbedaan antara babinkamtibnas dan koban hanya berupa pengemasan istilah dan manajemennya saja.

 “Sekarang kan sudah dikemas sedemikian rupa yang namanya community policing atau polmas ini. Itu saja,”ujar Kepala Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat (BKPM) Polestro bekasi AKP Purbaya Arja Setha. BKPM merupakan kelembagaan yang menjadi model pengembangan koban di Indonesia .

Ia melanjutkan, kegiatan kepolisian pos (polpos) saat ini, juga sudah dibentuk dalam kemasan BKPM atau Forum Kemitraan Perpolisian Masyarakat (FKPM) itu. Selain itu, salah satu pengembangan dari bentuk manajemen tingkat dasar BKPM juga berasal dari polpos.

 “Dalam hal manajemen, sekarang ini BKPM sudah menggunakan manajemen ala koban, yang diadopsi dari JICA,”Purbaya menambahkan. Dengan system ini, dulu polisi merasa sebagai subyek, sedangkan obyeknya adalah masyarakat supaya aman.

Sekarang tidak, kita-polisi dengan masyarakat adalah subyek. Sementara obyeknya adalah bagaimana menciptakan rasa aman,” kata Purbaya. Dengan adanya BKPM masyarakat dan polisi bisa mendiskusikan berbagai masalah terkait kamtibnas. BKPM sendiri merupakan pengembangan dari polpos.

“Jadi kita disini selain punya BKPM juga mempunyai polpos yang tersebar di masing-masing polsek,” Ujarnya. Di sisi lain, dari kedua system yang sudah berjalan tersebut, kita bisa menilai antara BKPM yang murni dari Jepang dan polpos yang murni dari Polri.

 Percontohan Koban (3)  Mediasi Selesaikan Kriminal Ringan Dalam surat keputusan (SK) Kapolri No 7 Tahun 2007 tentang Struktur Organisasi, organisasi yang terkecil adalah kepolisian pos (polpos). Kalau dulu, ada istilah pospol (pos polisi).

 “Jadi, pos itu hanya tempat berhinggap, tempat sementara untuk beristirahat polisi.” Kata Kepala Kantor Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat (BKPM), Mall Giant Bekasi AKP Purbaya Arja Setha kepada Jurnal Nasional.Namun, dengan dibuatnya istilah polpos keberadaan pos polisi tidak hanya digunakan untuk beristirahat melainkan juga sebagai pos bagi masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan atau pelayanan.

 Dengan demikian, polpos juga dapat disamakan dengan BKPM. Meski terpisah, baik polpos dan BKPM juga mempunyai struktur atau kegiatan-kegiatan yang sama. Antara lain, penjagaan, pelayanan, kunjungan, problem solving, dan patroli.

Menurut SK No.7 itu juga disebutkan, polpos ataupun BKPM punya tugas menyelesaikan perkara-perkara ringan atau perkara yang bisa diselesaikan dengan cara musyawarah. Sebagai contoh, mencuri ayam, mengutil, dan mencopet.

Purbaya mengatakan, karena BKPM Mall Giant berada berlokasi di wilayah perdagangan dekat Mall, sering terjadi pencurian ringan. “Dengan adanya BKPM penyelesaian masalah dilakukan dengan cara musyawarah,”katanya.

Dengan musyawarah, kasus-kasus kriminal ringan seperti pencurian bisa diselesaikan tanpa melalui proses hukum. Tak jarang korban tidak lagi menuntut tersangka karena barangnya toh tidak hilang.

 “Sudahlah pak, diselesaikan di sini saja,”kata purbaya menirukan pendapat korban. Selanjutnya, polisi akan membuat surat pernyataan dari korban yang isinya tidak melakukan penuntutan terhadap tersangka. Sebaliknya, tersangka tidak akan mengulangi perbuatannya.

Begitu juga jika ada penganiayaan ringan atau pemukulan, dan perkelahian antar warga atau geng. Hal tersebut juga dapat diselesaikan dalam bentuk musyawarah dan diselesaikan pada saat itu dikuatkan surat-surat pernyataan yang bersangkutan.

Inilah beberapa contoh fungsi problem solving dalam polpos. “kalau kita berdasar hukum kita, sebenarnya unsur-unsur kriminal sudah masuk. Tapi dengan mediasi petugas polmas, ya sudahlah tidak usah dilanjutkan ke pengadilan. Karena bisa diselesaikan secara musyawarah,” kata Purbaya.

 Percontohan Koban (4) Pelembagaan Timbulkan Kerugian

DALAM konteks kemitraan polisi-masyarakat, dikenal beberapa jalur. Dalam tulisan terdahulu ada Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat (BKPM) maupun kepolisian masyarakat (polpos). Keduanya mengandaikan adanya interaksi kedua pihak secara sinergi.

Themes By WordPress